REPUBLIKA.CO.ID,Provider
sistem
untuk
Amerika,
EveryDNS,
telah
menutup
domain
layanannya untuk
wikileaks.org, setelah laman
berlimpah data-data rahasia ini
kembali menjadi target
serangan peretas.
Dalam pernyataan tertulisnya,
EveryDNS mengatakan bahwa
mereka telah melepaskan
laman wikileaks Jumat WIB ini
karena serangan peretas
kepada laman tersebut
membahayakan seluruh
jejaring provider sistem itu.
"Wikileaks.org telah menjadi
sasaran serangan beruntun
'distributed denial of
service' (DDoS). Serangan
(peretas) ini dan serangan
berikutnya di masa nanti, akan
mengancam stabilitas
infrastruktur EveryDNS.net,"
kata provider sistem internet
itu.
DDoS adalah upaya membuat
sebuah sistem jaringan
komputer dan internet tidak
lagi bisa digunakan oleh
penggunanya. EveryDNS
melayani akses ke sekitar
500.000 laman internet.
WikiLeaks mengakui akun
Twitter-nya jebol dengan
mengatakan "Domain
WikiLeaks.org telah dimatikan
oleh everydns.net Amerika
setelah mengklaim diserang
secara massal."
WikiLeaks membuat murka
pemerintah AS dan sejumlah
negara karena memublikasikan
setengah juta dokumen rahasia
perihal perang di Afghanistan
dan Iraq.
Kemudian, yang terakhir,
adalah pembocoran ribuan
data dan informasi diplomatik
rahasia milik Amerika Serikat.
Sabtu, 04 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar