Now Playing : ayat Al-quran dan terjemahan 001 Al Faatihah
Rabu, 29 Desember 2010
Sabtu, 18 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Omzet Perusahaan RI diAmerika Miliaran Dolar
VIVAnews - Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia
(Hipmi)-US Trade Mission
2010 berpotensi membuka
hubungan antara pengusaha
Indonesia yang berada di
Amerika Serikat. Bahkan,
Hipmi berencana untuk
merekrut pengusaha Indonesia
yang berbasis di Amerika guna
menjadi representatif Hipmi di
sana.
"Kami surprise ternyata
banyak warga negara
Indonesia yang bekerja dan
menjadi pengusaha di
Amerika," kata Ketua Umum
Hipmi, Erwin Aksa, di Jakarta,
Jumat 17 Desember 2010.
Menurut Erwin, ada pengusaha
Indonesia yang mempunyai
perusahaan di sektor teknologi
dan informasi (TI) bernama
Marvel Technology, yang
memproduksi semi konduktor
di Silicon Valey yang menjadi
pusat TI dunia. Omzetnya
mencapai miliaran dolar AS.
"Ini memberikan inspirasi bagi
kami dan merupakan
kebanggaan bagi Indonesia,"
ujarnya.
Selain membuka kantor
representatif di Amerika, dia
menjelaskan, Hipmi sukses
melakukan kerja sama bisnis
antara pengusaha Indonesia
dan Amerika. Bisnis itu antara
lain di industri furnitur.
Beberapa pengusaha furnitur
Indonesia akan memasok
untuk hotel-hotel di Amerika.
Bahkan, beberapa hari setelah
kepulangan rombongan Hipmi,
pengusaha Amerika yang
datang ke Indonesia juga
membuka hotel di Bandung,
Yogyakarta, dan Bali. "Untuk
nilainya kami tidak bisa
berikan karena setiap bisnis
bersifat confidential," kata
Erwin.
Selain itu, dia menambahkan,
HIPMI juga membuka jaringan
bagi pengusaha Indonesia yang
tertarik untuk membuka usaha
waralaba asal Amerika. Hipmi
telah bertemu dengan
International Franchise
Assosiation untuk membuka
jaringan.
Nantinya, bagi pengusaha yang
akan membuka bisnis waralaba
asal Amerika, pengusaha
tinggal menghubungi asosiasi
waralaba Amerika tersebut.
Hipmi pun tertarik untuk
mengimplementasikan Angel
Investors Community.
Lembaga ini berperan sebagai
bapak angkat yang
berkomitmen untuk
membantu pendanaan
pengusaha pemula guna
memulai suatu bisnis. "Tindak
lanjut kerja sama Hipmi akan
dikoordinasikan dengan
perwakilan RI di Amerika
Serikat," katanya. (hs)
Pengusaha Muda Indonesia
(Hipmi)-US Trade Mission
2010 berpotensi membuka
hubungan antara pengusaha
Indonesia yang berada di
Amerika Serikat. Bahkan,
Hipmi berencana untuk
merekrut pengusaha Indonesia
yang berbasis di Amerika guna
menjadi representatif Hipmi di
sana.
"Kami surprise ternyata
banyak warga negara
Indonesia yang bekerja dan
menjadi pengusaha di
Amerika," kata Ketua Umum
Hipmi, Erwin Aksa, di Jakarta,
Jumat 17 Desember 2010.
Menurut Erwin, ada pengusaha
Indonesia yang mempunyai
perusahaan di sektor teknologi
dan informasi (TI) bernama
Marvel Technology, yang
memproduksi semi konduktor
di Silicon Valey yang menjadi
pusat TI dunia. Omzetnya
mencapai miliaran dolar AS.
"Ini memberikan inspirasi bagi
kami dan merupakan
kebanggaan bagi Indonesia,"
ujarnya.
Selain membuka kantor
representatif di Amerika, dia
menjelaskan, Hipmi sukses
melakukan kerja sama bisnis
antara pengusaha Indonesia
dan Amerika. Bisnis itu antara
lain di industri furnitur.
Beberapa pengusaha furnitur
Indonesia akan memasok
untuk hotel-hotel di Amerika.
Bahkan, beberapa hari setelah
kepulangan rombongan Hipmi,
pengusaha Amerika yang
datang ke Indonesia juga
membuka hotel di Bandung,
Yogyakarta, dan Bali. "Untuk
nilainya kami tidak bisa
berikan karena setiap bisnis
bersifat confidential," kata
Erwin.
Selain itu, dia menambahkan,
HIPMI juga membuka jaringan
bagi pengusaha Indonesia yang
tertarik untuk membuka usaha
waralaba asal Amerika. Hipmi
telah bertemu dengan
International Franchise
Assosiation untuk membuka
jaringan.
Nantinya, bagi pengusaha yang
akan membuka bisnis waralaba
asal Amerika, pengusaha
tinggal menghubungi asosiasi
waralaba Amerika tersebut.
Hipmi pun tertarik untuk
mengimplementasikan Angel
Investors Community.
Lembaga ini berperan sebagai
bapak angkat yang
berkomitmen untuk
membantu pendanaan
pengusaha pemula guna
memulai suatu bisnis. "Tindak
lanjut kerja sama Hipmi akan
dikoordinasikan dengan
perwakilan RI di Amerika
Serikat," katanya. (hs)
Harga Minyak Dunia DekatiUS$ 92 per Barel
detikcom - Jakarta, Harga
minyak dunia terus naik
hingga nyaris menyentuh US$
92 per barel. Kenaikan ini
terjadi setelah nilai tukar dolar
AS turun terhadap euro.
Pada perdagangan hari ini,
harga minyak jenis Brent
merangkak 29 sen menjadi US
$ 91,89 per barel dalam
perdagangan di London.
Sementara kontrak berjangka
minyak di pasar New York
mencapai US$ 87,86 per
barel.
Nilai tukar dolar terhadap euro
anjlok hari ini karena data
ekonomi Jerman yang
menunjukkan tren positif.
Kenaikan harga minyak ini
juga karena usaha Uni Eropa
untuk mengamankan nilai
tukarnya untuk mendongkrak
penurunan rating dari Irlandia
dan masalah utang di Spanyol.
Pelemahan dolar membuat
harga minyak dunia menjadi
murah bagi orang yang
memegang mata uang
tersebut sehingga permintaan
meningkat.
Tanda-tanda perbaikan
permintaan ini didukung oleh
data bahwa cadangan minyak
AS turun dalam jumlah masif
yaitu 9,9 juta barel, atau
merupakan penurunan
terbesar dalam 8 tahun.
Padahal AS adalah konsumen
minyak terbesar di dunia.
"Data mingguan tersebut,
secara ekstrem membuat
berubahan di mana-mana,"
ujar analis dari Barclays Capital
seperti dikutip AFP, Jumat
(17/12/2010).
minyak dunia terus naik
hingga nyaris menyentuh US$
92 per barel. Kenaikan ini
terjadi setelah nilai tukar dolar
AS turun terhadap euro.
Pada perdagangan hari ini,
harga minyak jenis Brent
merangkak 29 sen menjadi US
$ 91,89 per barel dalam
perdagangan di London.
Sementara kontrak berjangka
minyak di pasar New York
mencapai US$ 87,86 per
barel.
Nilai tukar dolar terhadap euro
anjlok hari ini karena data
ekonomi Jerman yang
menunjukkan tren positif.
Kenaikan harga minyak ini
juga karena usaha Uni Eropa
untuk mengamankan nilai
tukarnya untuk mendongkrak
penurunan rating dari Irlandia
dan masalah utang di Spanyol.
Pelemahan dolar membuat
harga minyak dunia menjadi
murah bagi orang yang
memegang mata uang
tersebut sehingga permintaan
meningkat.
Tanda-tanda perbaikan
permintaan ini didukung oleh
data bahwa cadangan minyak
AS turun dalam jumlah masif
yaitu 9,9 juta barel, atau
merupakan penurunan
terbesar dalam 8 tahun.
Padahal AS adalah konsumen
minyak terbesar di dunia.
"Data mingguan tersebut,
secara ekstrem membuat
berubahan di mana-mana,"
ujar analis dari Barclays Capital
seperti dikutip AFP, Jumat
(17/12/2010).
Harga Minyak Dunia DekatiUS$ 92 per Barel
detikcom - Jakarta, Harga
minyak dunia terus naik
hingga nyaris menyentuh US$
92 per barel. Kenaikan ini
terjadi setelah nilai tukar dolar
AS turun terhadap euro.
Pada perdagangan hari ini,
harga minyak jenis Brent
merangkak 29 sen menjadi US
$ 91,89 per barel dalam
perdagangan di London.
Sementara kontrak berjangka
minyak di pasar New York
mencapai US$ 87,86 per
barel.
Nilai tukar dolar terhadap euro
anjlok hari ini karena data
ekonomi Jerman yang
menunjukkan tren positif.
Kenaikan harga minyak ini
juga karena usaha Uni Eropa
untuk mengamankan nilai
tukarnya untuk mendongkrak
penurunan rating dari Irlandia
dan masalah utang di Spanyol.
Pelemahan dolar membuat
harga minyak dunia menjadi
murah bagi orang yang
memegang mata uang
tersebut sehingga permintaan
meningkat.
Tanda-tanda perbaikan
permintaan ini didukung oleh
data bahwa cadangan minyak
AS turun dalam jumlah masif
yaitu 9,9 juta barel, atau
merupakan penurunan
terbesar dalam 8 tahun.
Padahal AS adalah konsumen
minyak terbesar di dunia.
"Data mingguan tersebut,
secara ekstrem membuat
berubahan di mana-mana,"
ujar analis dari Barclays Capital
seperti dikutip AFP, Jumat
(17/12/2010).
minyak dunia terus naik
hingga nyaris menyentuh US$
92 per barel. Kenaikan ini
terjadi setelah nilai tukar dolar
AS turun terhadap euro.
Pada perdagangan hari ini,
harga minyak jenis Brent
merangkak 29 sen menjadi US
$ 91,89 per barel dalam
perdagangan di London.
Sementara kontrak berjangka
minyak di pasar New York
mencapai US$ 87,86 per
barel.
Nilai tukar dolar terhadap euro
anjlok hari ini karena data
ekonomi Jerman yang
menunjukkan tren positif.
Kenaikan harga minyak ini
juga karena usaha Uni Eropa
untuk mengamankan nilai
tukarnya untuk mendongkrak
penurunan rating dari Irlandia
dan masalah utang di Spanyol.
Pelemahan dolar membuat
harga minyak dunia menjadi
murah bagi orang yang
memegang mata uang
tersebut sehingga permintaan
meningkat.
Tanda-tanda perbaikan
permintaan ini didukung oleh
data bahwa cadangan minyak
AS turun dalam jumlah masif
yaitu 9,9 juta barel, atau
merupakan penurunan
terbesar dalam 8 tahun.
Padahal AS adalah konsumen
minyak terbesar di dunia.
"Data mingguan tersebut,
secara ekstrem membuat
berubahan di mana-mana,"
ujar analis dari Barclays Capital
seperti dikutip AFP, Jumat
(17/12/2010).
Langganan:
Postingan (Atom)
