detikcom - Jakarta, Harga
minyak dunia terus naik
hingga nyaris menyentuh US$
92 per barel. Kenaikan ini
terjadi setelah nilai tukar dolar
AS turun terhadap euro.
Pada perdagangan hari ini,
harga minyak jenis Brent
merangkak 29 sen menjadi US
$ 91,89 per barel dalam
perdagangan di London.
Sementara kontrak berjangka
minyak di pasar New York
mencapai US$ 87,86 per
barel.
Nilai tukar dolar terhadap euro
anjlok hari ini karena data
ekonomi Jerman yang
menunjukkan tren positif.
Kenaikan harga minyak ini
juga karena usaha Uni Eropa
untuk mengamankan nilai
tukarnya untuk mendongkrak
penurunan rating dari Irlandia
dan masalah utang di Spanyol.
Pelemahan dolar membuat
harga minyak dunia menjadi
murah bagi orang yang
memegang mata uang
tersebut sehingga permintaan
meningkat.
Tanda-tanda perbaikan
permintaan ini didukung oleh
data bahwa cadangan minyak
AS turun dalam jumlah masif
yaitu 9,9 juta barel, atau
merupakan penurunan
terbesar dalam 8 tahun.
Padahal AS adalah konsumen
minyak terbesar di dunia.
"Data mingguan tersebut,
secara ekstrem membuat
berubahan di mana-mana,"
ujar analis dari Barclays Capital
seperti dikutip AFP, Jumat
(17/12/2010).
Jumat, 17 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar