Jumat, 17 Desember 2010

Omzet Perusahaan RI diAmerika Miliaran Dolar

VIVAnews - Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia
(Hipmi)-US Trade Mission
2010 berpotensi membuka
hubungan antara pengusaha
Indonesia yang berada di
Amerika Serikat. Bahkan,
Hipmi berencana untuk
merekrut pengusaha Indonesia
yang berbasis di Amerika guna
menjadi representatif Hipmi di
sana.
"Kami surprise ternyata
banyak warga negara
Indonesia yang bekerja dan
menjadi pengusaha di
Amerika," kata Ketua Umum
Hipmi, Erwin Aksa, di Jakarta,
Jumat 17 Desember 2010.
Menurut Erwin, ada pengusaha
Indonesia yang mempunyai
perusahaan di sektor teknologi
dan informasi (TI) bernama
Marvel Technology, yang
memproduksi semi konduktor
di Silicon Valey yang menjadi
pusat TI dunia. Omzetnya
mencapai miliaran dolar AS.
"Ini memberikan inspirasi bagi
kami dan merupakan
kebanggaan bagi Indonesia,"
ujarnya.
Selain membuka kantor
representatif di Amerika, dia
menjelaskan, Hipmi sukses
melakukan kerja sama bisnis
antara pengusaha Indonesia
dan Amerika. Bisnis itu antara
lain di industri furnitur.
Beberapa pengusaha furnitur
Indonesia akan memasok
untuk hotel-hotel di Amerika.
Bahkan, beberapa hari setelah
kepulangan rombongan Hipmi,
pengusaha Amerika yang
datang ke Indonesia juga
membuka hotel di Bandung,
Yogyakarta, dan Bali. "Untuk
nilainya kami tidak bisa
berikan karena setiap bisnis
bersifat confidential," kata
Erwin.
Selain itu, dia menambahkan,
HIPMI juga membuka jaringan
bagi pengusaha Indonesia yang
tertarik untuk membuka usaha
waralaba asal Amerika. Hipmi
telah bertemu dengan
International Franchise
Assosiation untuk membuka
jaringan.
Nantinya, bagi pengusaha yang
akan membuka bisnis waralaba
asal Amerika, pengusaha
tinggal menghubungi asosiasi
waralaba Amerika tersebut.
Hipmi pun tertarik untuk
mengimplementasikan Angel
Investors Community.
Lembaga ini berperan sebagai
bapak angkat yang
berkomitmen untuk
membantu pendanaan
pengusaha pemula guna
memulai suatu bisnis. "Tindak
lanjut kerja sama Hipmi akan
dikoordinasikan dengan
perwakilan RI di Amerika
Serikat," katanya. (hs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar